Pemilihan kabel fiber optic harus disesuaikan dengan kebutuhan instalasi, jarak, serta lingkungan. Berikut panduan singkat yang dapat digunakan:
1. Tentukan Jarak Transmisi
-
Untuk jarak jauh (lebih dari 2 km): Single-Mode Fiber (SMF).
-
Untuk jarak pendek: Multi-Mode Fiber (MMF).
2. Perhatikan Lingkungan Instalasi
-
Indoor: gunakan kabel Tight Buffer karena lebih fleksibel.
-
Outdoor: gunakan kabel Loose Tube yang tahan cuaca.
-
Kondisi tanah atau rawan gigitan hewan: gunakan Armored Fiber (berlapis baja).
-
Tiang atau udara: gunakan Aerial Fiber dengan kabel messenger.
3. Kebutuhan Keamanan dan Bandwidth
-
Jaringan backbone atau ISP: gunakan Single-Mode dengan jenis kabel penguatan ekstra.
-
Jaringan kantor atau kampus: Multi-Mode OM3/OM4 untuk performa tinggi (misalnya untuk switch 10Gbps atau 40Gbps).
4. Sesuaikan dengan Anggaran
Multi-Mode lebih murah dari Single-Mode, namun jarak dan performanya berbeda.
Pastikan memilih kabel berdasarkan kebutuhan teknis, bukan sekadar harga.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar