Minggu, 18 Oktober 2026

Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula

Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula

Materi Linux — Perintah Dasar Linux

Ilustrasi perintah Linux

Gambar 1. Ilustrasi 256 NG Linux Commands

Pengguna Linux pasti tidak asing dengan perintah atau command line. Perintah ini menjadi salah satu cara utama untuk mengoperasikan Linux, misalnya memasang aplikasi, mengelola file, mengatur hak akses, dan menjalankan berbagai tugas sistem.

Tanpa memahami perintah terminal, pengguna Linux akan kesulitan melakukan beberapa pengelolaan sistem. Oleh karena itu, berikut adalah kumpulan perintah dasar Linux yang sering digunakan oleh pemula.

Daftar Perintah Dasar Linux

PerintahFungsi
sudo suBeralih ke sesi superuser.
cdBerpindah ke direktori home.
cd ..Berpindah ke direktori induk.
cd -Kembali ke direktori sebelumnya.
cd datakuMasuk ke direktori bernama dataku.
cp fileA fileBMenyalin fileA menjadi fileB.
lsMelihat daftar file dan direktori.
ls -lMelihat daftar file dengan informasi detail.
mkdir gambarMembuat direktori bernama gambar.
mv source destMemindahkan file atau direktori.
pwdMenampilkan lokasi direktori saat ini.
rm -f fileMenghapus file tanpa meminta konfirmasi.
rm -rf dirMenghapus direktori beserta isinya tanpa konfirmasi.
rm fileMenghapus file.
mv nama_lama nama_baruMengganti nama file atau direktori.
tar xzf file.tar.gzMengekstrak arsip berformat tar.gz.
dpkg -i package.debMemasang paket Debian dari file .deb.
ping hostMenguji konektivitas jaringan ke host.
wget URLMengunduh file dari internet.
clearMembersihkan tampilan terminal.
chmodMengubah permission atau hak akses file.
chownMengubah pemilik file atau direktori.
touchMembuat file kosong atau memperbarui waktu file.
lessMembaca isi file teks per halaman.
echoMenampilkan teks ke terminal.
shutdown nowMematikan sistem sekarang.
topMemantau proses dan penggunaan sumber daya sistem.
exitKeluar dari shell atau sesi terminal.
Catatan: Perintah yang menggunakan hak administrator atau menghapus data perlu dijalankan dengan hati-hati. Periksa nama file, direktori, dan hak akses sebelum menjalankannya.

Perintah-perintah di atas merupakan dasar untuk menggunakan terminal Linux. Setelah memahami perintah dasar tersebut, pengguna dapat mempelajari perintah lanjutan untuk mengelola file, jaringan, pengguna, aplikasi, dan server.

Materi Tambahan: Panduan Lanjutan Perintah Linux

Bagian berikut merupakan materi tambahan untuk melengkapi pembahasan perintah dasar Linux. Materi disusun berdasarkan fungsi agar pemula dapat mempelajarinya secara bertahap.

Daftar Materi Tambahan
  1. Perintah dasar dan navigasi direktori
  2. Mengelola file dan folder
  3. Membaca dan mengolah teks
  4. Pengguna, grup, dan permission
  5. Informasi sistem dan proses
  6. Jaringan dan konektivitas
  7. Paket aplikasi dan pembaruan sistem
  8. Layanan dan administrasi server
  9. Penyimpanan dan informasi hardware
  10. Diagnosis dan pemecahan masalah
  11. Contoh praktik singkat
  12. Tips belajar command line Linux

1. Perintah Dasar dan Navigasi Direktori

Perintah tambahan berikut membantu pengguna mengenali akun, melihat isi direktori, dan memperoleh bantuan terminal.

PerintahFungsiContoh/Keterangan
whoamiMenampilkan nama pengguna aktif.
ls -aMenampilkan file tersembunyi.
ls -lhMenampilkan ukuran file dengan format mudah dibaca.
cd /Masuk ke direktori root.
historyMenampilkan riwayat perintah terminal.
man lsMembuka manual perintah ls.Tekan q untuk keluar.
ls --helpMenampilkan bantuan singkat perintah ls.
dateMenampilkan tanggal dan waktu sistem.
calMenampilkan kalender jika utilitas tersedia.

2. Mengelola File dan Folder

Perintah ini digunakan untuk membuat, menyalin, memindahkan, mencari, dan mengarsipkan file maupun folder.

PerintahFungsiContoh/Keterangan
mkdir -p a/bMembuat direktori bertingkat.
cp -r folder1 folder2Menyalin direktori beserta isinya.
rmdir folderMenghapus direktori kosong.
file nama_fileMengenali jenis file.
stat nama_fileMenampilkan informasi detail file.
du -sh folderMelihat total ukuran direktori.
df -hMelihat kapasitas dan ruang disk tersedia.
find /lokasi -name "*.txt"Mencari file berdasarkan nama.Ganti /lokasi sesuai kebutuhan.
locate nama_fileMencari file melalui basis data locate.Memerlukan utilitas locate.
tar -czf arsip.tar.gz folderMembuat arsip terkompresi.
zip -r arsip.zip folderMengarsipkan folder ke format ZIP.Memerlukan paket zip.
unzip arsip.zipMengekstrak arsip ZIP.Memerlukan paket unzip.
curl -O URLMengunduh file menggunakan curl.
Peringatan: Perintah rm -rf dapat menghapus banyak data secara permanen. Pastikan target perintah benar sebelum menekan Enter.

3. Membaca dan Mengolah Teks

Perintah ini membantu membaca isi file, mencari teks, menghitung baris, dan mengolah keluaran terminal.

PerintahFungsiContoh/Keterangan
cat file.txtMenampilkan isi file teks.
head -n 20 file.txtMenampilkan 20 baris pertama.
tail -n 20 file.txtMenampilkan 20 baris terakhir.
tail -f file.logMemantau tambahan isi log secara langsung.Ctrl+C untuk berhenti.
nano file.txtMengedit file teks menggunakan nano.
grep -in "kata" file.txtMencari teks tanpa membedakan huruf besar-kecil dan menampilkan nomor baris.
wc -l file.txtMenghitung jumlah baris.
sort file.txtMengurutkan baris teks.
sort file.txt | uniqMengurutkan dan menghilangkan duplikasi baris berurutan.
cut -d: -f1 file.txtMengambil kolom pertama dengan pemisah titik dua.
sed 's/lama/baru/g' file.txtMengganti teks pada keluaran pemrosesan.Tidak otomatis mengubah file asli.
command1 | command2Mengirim keluaran perintah pertama ke perintah kedua.Disebut pipe.
command > hasil.txtMenyimpan keluaran dengan menimpa isi lama.
command >> hasil.txtMenambahkan keluaran ke akhir file.
command 2> error.txtMenyimpan pesan error ke file.

4. Pengguna, Grup, dan Permission

Linux menggunakan pengguna, grup, dan permission untuk mengatur akses ke file serta direktori.

PerintahFungsiContoh/Keterangan
idMenampilkan UID, GID, dan grup pengguna.
whoMenampilkan pengguna yang sedang masuk.
wMenampilkan pengguna aktif dan aktivitasnya.
groupsMenampilkan grup pengguna.
sudo adduser namaMembuat akun pengguna pada Debian/Ubuntu.
sudo passwd namaMengatur kata sandi pengguna.
sudo userdel namaMenghapus akun pengguna.Periksa dampaknya dahulu.
sudo groupadd grupMembuat grup baru.
sudo usermod -aG grup namaMenambahkan pengguna ke grup tambahan.Opsi -a mempertahankan grup lain.
chmod 755 filePemilik memiliki rwx; grup dan pengguna lain memiliki r-x.
chmod 644 filePemilik dapat membaca dan menulis; pengguna lain hanya membaca.
chmod u+x fileMenambahkan izin eksekusi untuk pemilik.
sudo chown user:grup fileMengubah pemilik dan grup file.
umaskMelihat atau mengatur mask permission default.
sudo -lMelihat perintah sudo yang diizinkan.

Arti permission: r berarti membaca, w berarti menulis, dan x berarti menjalankan. Angka 7 berarti rwx, 6 berarti rw-, 5 berarti r-x, dan 4 berarti r--.

5. Informasi Sistem dan Proses

PerintahFungsi
uname -aMenampilkan informasi kernel dan sistem.
hostnameMenampilkan nama host komputer.
hostnamectlMelihat informasi hostname jika didukung.
uptimeMelihat lama sistem menyala dan beban sistem.
free -hMelihat penggunaan RAM dan swap.
ps auxMenampilkan proses yang berjalan.
pgrep namaMencari ID proses berdasarkan nama.
kill PIDMengirim sinyal ke proses berdasarkan PID.
kill -9 PIDMengirim sinyal penghentian paksa jika diperlukan.
jobsMelihat pekerjaan pada shell saat ini.
bgMelanjutkan pekerjaan di latar belakang.
fgMembawa pekerjaan ke latar depan.
niceMengatur prioritas awal sebuah program.
rebootMemulai ulang sistem.
shutdown -h +5Menjadwalkan shutdown lima menit lagi.
journalctl -xeMelihat log systemd terbaru.
dmesgMelihat pesan kernel dan informasi perangkat.

6. Jaringan dan Konektivitas

PerintahFungsi
ip aMelihat antarmuka dan alamat IP.
ip linkMelihat status antarmuka jaringan.
ip routeMelihat tabel routing dan gateway.
ip neighMelihat cache pemetaan IP dan MAC.
ping -c 4 8.8.8.8Menguji konektivitas dengan empat paket ping.
tracepath hostMelihat jalur jaringan jika utilitas tersedia.
traceroute hostMenelusuri jalur menuju host.
ss -tulnMelihat port TCP/UDP yang mendengarkan.
ss -tpMelihat koneksi TCP dan proses terkait.
ip -s linkMelihat statistik paket dan error antarmuka.
curl -I https://example.comMenguji header HTTP sebuah situs.
dig example.comMemeriksa jawaban DNS.
nslookup example.comMemeriksa resolusi nama domain.
getent hosts domainMemeriksa resolusi nama melalui sistem.
hostname -IMenampilkan alamat IP host.
nmcli device statusMelihat status perangkat NetworkManager.
ethtool nama_interfaceMelihat detail perangkat Ethernet.
sudo ufw statusMemeriksa status firewall UFW.

7. Paket Aplikasi dan Pembaruan Sistem

Perintah berikut umum digunakan pada Debian dan Ubuntu.

PerintahFungsi
sudo apt updateMemperbarui daftar informasi paket.
sudo apt upgradeMemperbarui paket yang terpasang.
sudo apt install nama_paketMemasang aplikasi.
sudo apt remove nama_paketMenghapus paket aplikasi.
sudo apt purge nama_paketMenghapus paket dan konfigurasi paket terkait.
sudo apt autoremoveMenghapus dependensi yang tidak lagi diperlukan.
apt search kataMencari paket di repositori.
apt show nama_paketMelihat informasi paket.
sudo dpkg -i paket.debMemasang file paket Debian lokal.
dpkg -lMelihat daftar paket.
dpkg -L nama_paketMelihat file yang dipasang oleh paket.
sudo apt --fix-broken installMencoba memperbaiki dependensi yang bermasalah.

8. Layanan dan Administrasi Server

Perintah ini berguna untuk mengelola layanan server, memeriksa log, dan mengakses server jarak jauh.

PerintahFungsi
systemctl status nginxMelihat status layanan Nginx.
sudo systemctl start nginxMenjalankan layanan Nginx.
sudo systemctl stop nginxMenghentikan layanan Nginx.
sudo systemctl restart nginxMemulai ulang layanan Nginx.
sudo systemctl reload nginxMemuat ulang konfigurasi jika didukung.
sudo systemctl enable nginxMengaktifkan layanan otomatis saat boot.
sudo systemctl disable nginxMenonaktifkan aktivasi otomatis saat boot.
systemctl --failedMelihat unit layanan yang gagal.
journalctl -u nginxMelihat log layanan Nginx.
sudo nginx -tMenguji sintaks konfigurasi Nginx.
ssh user@alamat_ipMengakses server melalui SSH.
scp file user@host:/tujuanMenyalin file ke server melalui SSH.
rsync -av sumber tujuanMenyinkronkan file dan direktori.
sudo ufw allow 22/tcpMengizinkan port SSH melalui UFW.
Catatan: Sebelum mengaktifkan firewall, pastikan aturan untuk koneksi yang dibutuhkan sudah dibuat. Pengaturan yang keliru dapat memutus akses SSH jarak jauh.

9. Penyimpanan dan Informasi Hardware

PerintahFungsi
lsblkMenampilkan perangkat penyimpanan dan partisi.
blkidMenampilkan UUID dan tipe filesystem.
mountMelihat filesystem yang sedang dipasang.
du -sh *Melihat ukuran item di direktori saat ini.
lscpuMenampilkan informasi CPU.
lsmemMenampilkan informasi rentang memori jika tersedia.
lsusbMenampilkan perangkat USB.
lspciMenampilkan perangkat PCI.
vmstatMenampilkan ringkasan proses, memori, dan aktivitas sistem.
iostatMenampilkan statistik CPU dan I/O jika sysstat terpasang.

10. Diagnosis dan Pemecahan Masalah

Perintah diagnosis membantu memeriksa penyebab gangguan sebelum mengubah konfigurasi sistem.

A. Internet Tidak Bisa Diakses

ip a
ip route
ping -c 4 8.8.8.8
getent hosts google.com

Periksa alamat IP, gateway, konektivitas, lalu resolusi nama domain.

B. Website Tidak Terbuka

curl -I http://localhost
ss -tuln
systemctl status nginx

Periksa respons HTTP, port yang mendengarkan, dan status layanan web.

C. Disk Hampir Penuh

df -h
du -sh /var/log
journalctl --disk-usage

Identifikasi penggunaan ruang sebelum menghapus data. Jangan langsung menghapus file sistem atau log tanpa memahami dampaknya.

D. Layanan Gagal Berjalan

systemctl --failed
journalctl -u nama_layanan
systemctl status nama_layanan

Baca pesan error dan periksa status layanan sebelum mengubah konfigurasi.

E. Perintah Diagnosis Tambahan

PerintahFungsi
which nama_perintahMenunjukkan lokasi executable yang ditemukan melalui PATH.
command -v namaMemeriksa apakah perintah tersedia di shell.
envMenampilkan variabel lingkungan.
echo $PATHMenampilkan direktori pencarian executable.
lsof -iMelihat file atau koneksi jaringan yang terbuka jika tersedia.
timeout 5 ping -c 1 hostMembatasi waktu menjalankan perintah.
watch -n 2 df -hMemperbarui tampilan hasil setiap dua detik.

11. Contoh Praktik Singkat

A. Membuat Folder dan File

mkdir latihan-linux
cd latihan-linux
touch catatan.txt
echo "Belajar perintah Linux" > catatan.txt
ls -l
cat catatan.txt

Perintah di atas membuat folder latihan, masuk ke folder, membuat file, menulis teks, melihat daftar file, lalu menampilkan isi file.

B. Memeriksa Koneksi Jaringan

ip a
ip route
ping -c 4 8.8.8.8
getent hosts google.com

Perintah ini membantu memeriksa alamat IP, rute jaringan, konektivitas, dan resolusi nama domain.

C. Memeriksa Layanan Web

systemctl status nginx
sudo nginx -t
curl -I http://localhost
ss -tuln

Contoh ini memeriksa status Nginx, konfigurasi, respons HTTP lokal, dan port yang mendengarkan. Nginx harus sudah terpasang.

12. Tips Belajar Command Line Linux

1. Pahami Fungsi Perintah

Jangan hanya menghafal perintah. Pahami tujuan, cara kerja, dan dampaknya terhadap sistem.

2. Gunakan Bantuan

Gunakan man atau opsi --help untuk mempelajari fungsi dan pilihan perintah.

3. Latihan di Folder Sendiri

Gunakan folder latihan dan file percobaan agar tidak merusak data penting ketika mempelajari perintah baru.

4. Periksa Sebelum Menjalankan

Berhati-hatilah saat menggunakan sudo, perintah penghapusan, pengaturan permission, dan perubahan konfigurasi jaringan.

5. Praktik Secara Bertahap

Mulailah dari navigasi direktori dan pengelolaan file. Setelah itu, pelajari permission, jaringan, paket aplikasi, dan administrasi server.

Perhatian keamanan: Perintah seperti rm -rf, perubahan permission secara rekursif, penghapusan pengguna, perubahan firewall, dan shutdown dapat berdampak besar. Pahami target perintah dan periksa kembali sebelum menjalankannya.

Kesimpulan

Perintah dasar Linux merupakan fondasi untuk menggunakan terminal. Setelah memahami perintah dasar, pengguna dapat melanjutkan ke pengelolaan file, permission, jaringan, paket aplikasi, layanan server, hardware, dan diagnosis sistem.

Beberapa perintah membutuhkan paket tambahan, distribusi tertentu, atau hak administrator. Pelajari fungsi setiap perintah dan lakukan praktik secara bertahap agar lebih aman dan mudah dipahami.

Sumber artikel awal:
Komunitas Software — Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula

Materi tambahan disusun sebagai pelengkap pembelajaran perintah Linux. Gunakan dokumentasi man dan --help untuk memeriksa opsi yang tersedia pada distribusi Linux yang digunakan.

Minggu, 06 September 2026

Administrasi File Linux Debian

 


Administrasi File

Setelah mempelajari Administrasi User dengan perintah perintah :
1. Login root
2. Clear
3. Adduser
4. Logout
5. Login user
6. Userdel -r
7. Groupadd
8. Groupdel
9. Usermod

Kita lanjutkan dengan mempelajari Administrasi File di dalam Linux Debian.

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.

1. Perintah ls /
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.

Perintah ls <nama_direktori> digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori.


2. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif.

3. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan ls. Apabila perintah ls digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

4. Perintah touch <nama_file>.
Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>.
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan ls –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya,


5. Mengubah Hak Akses
Directory root yang baru saja kita buat dimiliki oleh user bernama root. Di kolom pertama, ada penjelasan tentang hak akses dari file atau direktori tersebut.

Terdiri dari 10 karakter,
1. Huruf d apabila direktori, - apabila file.
2. Hak akses untuk pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
3. Hak akses untuk group pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
4. Hak akses untuk selain pemilik dan group pemilik,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.

===============================
Suplemen




Slemen :
https://www.hostinger.co.id/tutorial/pengertian-chmod-dan-chown-untuk-ganti-permission-di-linux/#gref

Administrasi User Linux Debian

 


Sebelumnya server Debian diinstalisasi  tanpa grafik. Oleh karena itu, hanya akan ada tampilan command line (CLI). 

Bagi pengguna Windows mungkin tidak terbiasa menggunakan tampilan command line. Kecuali yang sudah terbiasa menggunakan DOS yang juga berbasis CLI. Pengguna DOS tentu tidak asing dengan perintah perintah Debian CLI berikut ini.

Bagi pengguna Windows yang belum pernah bekerja dengan DOS, dengan sedikit latihan akan terbiasa menggunakan perintah perintah berbasis CLI.

Setelah instalasi, maka Debian akan berjalan sendiri. Tampilan pertama meminta kita untuk masuk ke dalam sistem. 

Sebelumnya kita telah membuat 2 akun dalam Debian ketika melakukan instalasi, yaitu :
1. Akun utama (root), dan 
2. Akun dengan nama depan tadi.

Administrasi User

1. Selesai menginstal Debian, keluar tampilan debian123 login


2. Masuk root dengan mengetikkan root pada debian123 login, dan  passwordnya


3. Setelah masuk sebagai root, ketikkan clear.

Level administrasi tertinggi ada pada akun utama sebagai  super user, yaitu root. Root memiliki kemampuan untuk membuat user baru, ataupun menghapus user yang sudah ada.

4. Perintah adduser  
Perintah  adduser  digunakan untuk menambahkan user baru. Caranya dengan mengetik  adduser <nama_pengguna>, maka akan membuat user baru dengan nama yang sudah dimasukkan.
Setelah nama pengguna dimasukkan, maka diminta untuk memasukkan kata sandi untuk pengguna tersebut, dan informasi yang berkaitan dengannya.

5. Perintah logout
Ketikkan  logout  untuk keluar dari sesi root. 


6. Masuk sebagai Pengguna yang Baru  
Lalu masuk sebagai pengguna yang baru saja  dibuat, dalam kasus ini nama  penggunanya adalah bill dengan kata sandi gates.


Apakah terlihat perbedaan sebelumnya? Iya, perbedaanya terletak pada bagian prompt dari command line. Sebelumnya, saat kita masuk sebagai  root, prompt dari command line berbentuk 
Namun saat kita sudah berganti user, dan masuk sebagai bill, maka prompt dari command line berbentuk
Tanda  ~  atau tilde, menunjukkan posisi direktori yang sedang aktif. Dalam kasus ini bill tidak aktif di direktori manapun.

7. Perintah userdel -r
 Sekarang, coba logout dan masuk lagi sebagai root. Ketikkan perintah berikut,

Keluar dari bill, masuk lagi menjadi root, dan menggunakan  perintah userdel  –r <nama_pengguna>  untuk menghapus semua data di direktori /home pengguna dan juga pengguna tersebut.

8. Perintah groupadd dan groupdel
Beberapa user yang memiliki hak akses yang sama, bisa dimasukkan kedalam sebuah group. Group sangat berfungsi sehingga  kita tidak perlu membatasi hak akses terhadap user satu per satu.
Untuk membuat group, ketikkan perintah berikut.


Perintah groupadd <nama_group> digunakan untuk membuat group, sedangkan  groupdel <nama_group>  digunakan untuk menghapus group yang ada.
Buat dua buah group yaitu jawatengah dan jawabarat, dan buat empat user baru yaitu pati, rembang, bandung dan subang seperti yang terlihat pada contoh berikut ini :






9. Perintah usermod –g <nama_group> <nama_user>
Setelah itu, gunakan perintah

Perintah di atas digunakan untuk memindahkan user ke suatu group. Pada kasus ini, pati dan rembang dipindahkan ke dalam jawatengah sedangkan bandung dan subang dipindahkan ke dalam jawabarat.



10. Perintah  ls /

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.


Perintah  ls <nama_direktori>  digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori. 

11. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah  cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif. 

12. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah  mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan  ls. Apabila perintah  ls  digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls  akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>. 
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan  ls  –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya, 


Suplemen
1. Membuat User dan Grup dalam Debian 10
3. File Hirarki pada Linux

Minggu, 23 Agustus 2026

Jobsheet 12.03 Menginstal Debian 914 Galuh Sila Luhur

 


JOB SHEET
SMK TUNAS HARAPAN PATI


Program KeahlianMata PelajaranKode Mata Pelajaran
Teknik Jaringan Komputer dan TelekomunikasiJaringan Komputer12.03/JK/2627
Tingkat / KelasMateri PokokWaktu Pembelajaran
XII TJKT 1Menginstal Sistem Operasi Jaringan8 x 45 Menit






Nama JobsheetTanggal Praktikum
Menginstal Linux DebianSenin, 3 Agustus 2026
Nama SiswaKode Score
Galuh Sila Luhur

I. TUJUAN
1. Siswa mengenal Sistem Operasi Jaringan Debian 12.11.0
2. Siswa mengenal Program Virtual Machine
3. Siswa mampu membuat Virtual Machine

 

II. ALAT DAN BAHAN
1. LCD Proyektor
2. PC atau Laptop yang telah terinstal Windows 10
3. Panduan membuat Virtual Machine

 

III. KESELAMATAN KERJA
1. Menghidupkan PC atau Laptop sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan
2. Mengatur kabel power serapi mungkin
3. Menggunakan kaca mata pelindung radiasi
4. Menggunakan screen monitor untuk keamanan data
5. Membackup data data penting ke memori eksternal
6. Mematikan komputer sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan

IV. LANGKAH KERJA

4. 1. Metoda Instalasi
Selanjutnya saya akan menggunakan cara penginstalan Manual, bukan Graphical, Jadi Saya pilih Install.






4.2. Pilih Bahasa yang digunakan, Saya Pilih Indonesia. Kemudian Tekan ENTER.





4.3. Masukkan lokasi, Lalu Tekan ENTER.




4.4. Mengatur Jaringan
a. Memberi nama Host, sebagai Contoh debian1050


 

b. Memberi nama Domain, sebagai Contoh debian7445


 


4.5. Menata Pengguna dan Kata Sandi

a. Menentukan Kata Sandi root, sebagai Contoh root1050




b. Masukkan lagi Kata Sandi untuk Verifikasi




 c. Nama lengkap dari Pengguna baru, sebagai Contoh firstuser



 d. Nama untuk Akun Anda, sebagai Contoh firstuser




e. Kata Sandi untuk Pengguna baru, sebagai Contoh sandi1050




f. Masukkan lagi Kata Sandi untuk Verifikasi





4.6. Mengatur Waktu

Pilih Zona Waktu anda, sebagai Contoh WIB (Sumatera, Jakarta, Java, Kalbar dan Kaltim  Kemudian ENTER.

 

4.7. Partisi Harddisk

a. Metode Pemartisian, sebagai Contoh Terpadu -- gunakan seluruh harddisk.
Kemudian ENTER
b. Pilih harddisk yang akan dipartisi :
Sebagai Contoh SCSI3 (0,0,0) (sda) - 17.2 GB ATA VBOX HARDDISK




 c. Pola Partisi :

 Sebagai Contoh Semua berkas di satu partisi (disarankan untuk pemula)



 

d. Ikhtisar atas Partisi dan titik kait

  Sebagai Contoh Selesai mempartisi dan tulis perubahannya ke harddisk





e. Tuliskan perubahan yang terjadi pada harddisk

 Sebagai Contoh Ya





4.8. Mengatur pengelola paket

a. Pindai media instalasi tambahan, Pilih Ya



b. Jika Image dengan label berikut sudah pernah dipindai, pilih Tidak

c. Negara tempat cermin arsip Debian berada, pilih India


d, Cermin arsip Debian : pilih deb.debian.org

e. Alamat Proxy HTTP (kosongkan bila tidak ada):, pilih Lanjutkan



4.9 Sedang mengkonfigurasi popularity contest

Berpartisipasi dalam survey Penggunaan Paket Debian, pilih Tidak


4.10 Pemilihan Perangkat Lunak

Pilih perangkat lunak yang ingin diinstal, pilih Perkakas Sistem Standar






4.11. Sedang mengkonfigurasi grub-pc

a. Pasang boot loader GRUB pada harddisk utama anda ?


b. Piranti untuk pemasangan boot loader



 
4.12. Menyelesaikan Instalasi. 

Silahkan pilih <lanjutkan> untuk boot ulang
 


  

4.13. Tampilan Debian setelah Selesai dengan Tampilan CLI Debian. 

a. Tampilan setelah boot ulang, ketik root




b. Tampilan akhir setelah ketik root







V. PERTANYAAN
 1. Sebutkan 3 Installer Boot Menu Pada Saat Menginstal Debian ! 

 2. Menu Apa Yang Digunakan Untuk Penginstalan Debian Secara Manual ?

 3. Jelaskan Pesan Instalasi Berikut Ini :

Choose The Language To Be Used For The Installation Process. The Selected Language  Will Also Be The Default Language  For The Installed System 

 4. Sebutkan Kepanjangan Dari Dns ! 

 5. Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Root Password !

 6. Sebutkan 3 Jenis Partisi Yang Digunakan Dalam Server Linux Debian  !   

 7. Sebutkan 3 Metode Partisi Dalam Instalasi Debian ! 

 8. Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Network Mirror ! 

 9. Sebutkan Syarat Menggunakan Network Mirror ! 


VI. JAWABAN PERTANYAAN

1. Install (mode teks), Graphical Install, Advanced Options

2. Manual Partitioning

3. Artinya memilih bahasa yang digunakan selama proses instalasi dan menjadi bahasa default sistem setelah instalasi selesai

4. Domain Name System

5. Root password adalah password untuk akun root (administrator) yang memiliki hak akses penuh untuk mengatur seluruh sistem Linux

6. Root (/), Home (/home), Swap

7. Guided use entire disk, Guided use entire disk and LVM, Manual

8. Network Mirror adalah server di internet yang menyediakan paket Debian untuk diunduh saat instalasi

9. Terhubung ke internet, konfigurasi jaringan (IP, gateway, DNS), dan akses ke server mirror

10. FAT: File Allocation Table
NTFS: New Technology File System
CLI: Command Line Interface
GUI: Graphical User Interface

Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula

Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula Materi Linux — Perintah Dasar Linux Gambar 1. Ilustrasi 256 NG Linux Com...